Your future doctor

Stay calm. Stay healthy. And welcome to my life
Follow Me

Preclinical Trial of Herbal Medicine



By   Unknown      04:21       
Seperti yang telah dijelaskan pada kuliah lainnya, Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah, terutama dari segi biodiversitasnya yang terbesar di dunia. Saat ini telah ditemukan lebih dari 3500 senyawa baru dari tanaman yang berpotensi dikembangkan menjadi obat-obatan. Salah satu contoh obat yang berhasil dikembangkan saat ini adalah vincristine yang berguna sebagai obat leukiemia pada anak-anak dan vinblastine yang berguna sebagai obat Hodgkin’s disease, kedua obat ini berasal dari vinca alkaloid.

v  Tahap pengembangan obat
Ada 4 tahapan yang harus dilewati suatu bahan herbal agar bisa menjadi obat-obatan, yaitu:
1.      Discovery
Pada fase ini, difokuskan pada sintesis senyawa kimia dan skrining target obat. Kira2 bisa mengabiskan biaya 5 juta dolar.
2.      Seleksi produk (5 juta dolar)
3.      Studi preklinik (1-1,5 juta dolar)
4.      Studi klinik (45-80 juta dolar)
a.      Fase I à uji keamanan dan tolerabilitas pada sukarelawan sehat
b.      Fase II à uji efikasi dan hubungan dosis-efek dengan jumlah sukarelawan sedikit.
c.       Fase III à studi efikasi dengan jumlah pasien besar.

Oke jadi itu sekilas tentang tahapannya ya, sekarang kita bahas tentang uji prekliniknya

v  Uji preklinik
Secara umum, uji preklinik terbagi jadi 3 tahapan yaitu
a.      Uji farmasetika
Menguji stabilitas zat aktif ekstrak sebelum dan sesudah pengeringan, menguji stabilitas fisik sediaan kapsul dan tablet, serta sifat tambahan baik fisika kimia maupun biologis.

b.      Uji farmakologi
Uji ini dibagi 2 yaitu farmakologi awal dan lanjut. Untuk Farmakologi awal, mengamati efikasinya, apakah ada adverse event atau tidak. Contoh model ujinya adalah:
                                 i.      Model in vivo: analgesic, antipiretik, sedative, dll.
                               ii.      Model in vitro: antispasmodic, bronkodilator, antiaritmia, anti sekresi asam lambung, dll.
Kalo yang farmakologi lanjut, melihat mekanisme kerjanya secara detail mulai dari tingkat organ, tingkat jaringan, sel, bahkan hingga molekulernya, missal ikatan reseptor atau aktivitas enzimnya.

c.       Uji toksikologi
Secara umum uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah obat ini aman atau tidak. Dibagi menjadi 2 yaitu:
                                i.            Uji toksisitas akut
Tujuan: menetapkan potensi toksisitas akut (LD50), menilai berbagai gejala klinis, spektrum efek toksik, dan mekanisme kematian.
Pengamatan: minimal 1 spesies, dosis tunggal, besar dosis bertingkat, waktu pengamatan: 7-14 hari, 24 jam pertama diamati terus menerus, bila tidak dapat menentukan LD50, maka diberikan dosis lebih tinggi, dan sampai dosis maksimal yang masih mungkin diberikan pada hewan coba.
Cara: tikus dibagi menjadi beberapa kelompok dosis dan satu kelompok kontrol, dipuasakan terlebih dulu selama 12-14 jam, diamati dalam 24 jam pertama (untuk menentukan LD50) lalu dilanjutkan sampai 14 hari.
Yang diamati adalah kematian, gejala klinis, berat badan, persentase kematian, patologi organ (makroskopis, mikroskopis).

               ii.            Uji toksisitas jangka panjang
Tujuan: mengetahui spektrum efek toksik, hubungan dosis dan toksisitas pada pemberian berulang dengan jangka waktu lama.

Masa Penggunaan Klinis
Masa Pemberian Obat Uji
Dosis tunggal atau <2 minggu
2 minggu - 1 bulan
Dosis berulang (1-4 minggu)
4 minggu – 3 bulan
Dosis berulang (1-6 minggu)
3 – 9 bulan
Dosis berulang (>6 bulan)
9 – 12 bulan

Caranya adalah dengan menggunakan 3 peringkat dosis, yaitu dari yang tertinggi/toksik, aman, terendah.
Yang diamati adalah gejala klinis, berat badan, asupan makanan, minuman, volume urin, berat tinja, darah rutin, SGOT, SGPT, ureum, kreatinin, albumin, globulin, protein total.
Pada hari ke 91 diamati mikroskopis dan patologi anatominya, dosis, cara pemberian, frekuensi, interval, lama pemakaian.
Perlu pertimbangan: penggunaan empiric di masyarakat, rencana maksud pemanfaatannya kelak, hasil uji toksisitas akut, hasil uji farmakologi

iii.            Uji toksisitas khusus
Secara umum ada 3 yaitu:
-Uji teratogenik, yaitu dilihat ada tidaknya janin cacat, resorpsi atau janin yang mati. Contohnya pada gambar berikut, beberapa janin tikus mengalami kecacatan.











-Uji karsinogenik
-Uji mutagenik
Berikut ini adalah beberapa uji preklinik
1.      Uji tekanan darah dengan metode tail cuff
Mengukur tekanan darah pada tikus dengan memberikan cuff pada ekornya pada tekanan 300mmHg. Lalu diturunkan perlahan dan nadi pertama adalah tekanan sistolik. Bisa digunakan pada mencit, kera, atau anjing.
2.      Uji antiinflamasi
Menguji adanya efek antiinflamasi, digunakan dengan berbagai parameter. Inflamasi diinduksi oleh karagenin 1% 0,1mL (untuk yg akut) dan Complete Freud’s Adjuvant (CFA) 0,1mL (kronis)
a.      Pengukuran volume edema
Digunakan alat pletysmograph
b.      Indeks artritis
Bandingkan kedua kaki lalu beri skor.
c.       Ekspresi enzim COX-1 dan COX-2
Diamati pada sel-sel inflamatorik pada jaringan yang meradang. Positif jika berwarna coklat dan negative bila biru.
3.      Antispasmodik/spasmolitik
Cek praktikum tentang spasmolitik, yang isinya asetilkolin (agonis) dan sulfas atropine (antagonis)
4.      Uji efek afrodisiak
Uji ini dilakukan pada tikus jantan saat fase gelap (12.30-17.00). Obat diberikan 1 jam sebelum uji. Tikus jantan tersebut ditempatkan pada kotak uji dari kaca berukuran 50x60 cm atau 25x40 cm. Lalu tikus betina yang siap kawin dimasukkan ke dalam kotak uji dan diamati perilaku seksualnya. Lihat parameternya di slide ya.
5.      Uji analgesic
Uji ini menggunakan prosedur hot plate. Tikus dimasukkan dalam wadah yg berisik plat panas. Nanti dilihat latensi melompatnya dari si tikus karena kepanasan. Gambarnya kaya gini.


About Unknown

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas euismod diam at commodo sagittis. Nam id molestie velit. Nunc id nisl tristique, dapibus tellus quis, dictum metus. Pellentesque id imperdiet est.

No comments :

Post a Comment


Contact Form

Name

Email *

Message *

Translate