Menghadapi masalah kesehatan di Papua tidak bisa
dipandang sama seperti di Jawa. Perbedaan kondisi lapangan seperti topografi
yang beraneka ragam, sulitnya akses kendaraan, kurangnya perekonomian
masyarakat serta tingkat pendidikan yang masih rendah. Walikota Jayapura
memerintahkan kepala dinas kesehatan untuk mengubah sistem pelayanan menjadi
“tidak umum” seperti layaknya di pulau Jawa. Ia meminta agar tenaga kesehatan
seperti dokter agar mau berkunjung mendatangi pasien satu persatu. Pasien yang
sakit parah harus segera dirujuk ke rumah sakit untuk mendapat pelayanan
segera.
“Saya akan meminta sekaligus memerintahkan
Dinas Kesehatan Kota Jayapura untuk mengubah sistem pelayanan kesehatan kepada
masyarakat.” ujar Benhur,
walikota Jayapura
Namun menurut saya hal ini hanyalah sebuah lelucon
atau angan belaka tanpa adanya cara konkrit untuk benar-benar mewujudkannya.
Memang betul seharusnya penanganan masalahnya salah satunya dengan program ini,
namun kondisi riil juga perlu dipikirkan. Salah seorang kakak kelas saya dokter
alumnus FK UGM yang sudah pernah menjalani internship di Papua saja mengeluhkan
sulitnya akses ke rumah sakit bila pasien dikirim dari pedalaman. Ibu yang mau
melahirkan saja yang mau dirujuk ke RS terdekat butuh waktu lebih dari 5 jam
via jalur sungai. Dan pada akhirnya tetap tidak bisa tertolong. Kondisi ini
sungguh memprihatinkan, seharusnya pemerintah bukan hanya berfokus pada tujuan
programnya, namun lebih ke proses bagaimana cara mengimplementasikan program
yang dicanangkan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Oleh: Aditya Rifqi Fauzi
No comments :
Post a Comment