Papua Nugini merupakan salah satu negara pasifik dengan tingkat
kesehatan yang rendah. Pemerintah Papua Nugini khususnya depatermen kesehatan
telah berusaha meningkatkan taraf kesehatan rakyatnya dengan membuat
perencanaan kesehatan pada tahun 2012.
Rencana kerja nasional bidang kesehatan Papua Nugini berfokus pada penguatan
pelayanan primer dengan objektif MDGs. Permasalahan di negara ini ternyata juga
sama dengan di Indonesia, yaitu masalah sumber daya dan terbatasnya dana untuk
kesehatan. Bahkan dana kesehatan merupakan campuran dari 3 sumber yaitu dana
pemerintah, out-of-pocket, dan pendanaan luar. Dari segi sumberdaya pendidikan
tenaga kesehatan pun sangat terbatas, hanya memiliki 6 sekolah keperawatan dari
9 yang ada di negara ini. Rasio dokter dengan jumlah penduduknya pun sangat
memprihatinkan yaitu kurang dari 1 per 10.000 penduduk.
Papua Nugini memiliki kelebihan
yaitu memiliki keragaman biodiversitas yang kaya. Pada tahun 1999 tercatat 80%
populasi menggunakan pengobatan herbal dan obat tradisional. Pemerintah Papua
Nugini tak tinggal diam dan langsung mengambil peluang ini untuk menutupi
kekurangan di sektor kesehatan dengan menjadikan pengobatan tradisional
terintegrasi dalam fasilitas kesehatan primer dan melakukan pelatihan pada
dokter-dokter agar mampu memberi pengobatan herbal. Hal ini bisa menjadi
refleksi bagi Indonesia yang juga memiliki keragaman biodiversitas yang luar
biasa. Bukannya memaksakan doktrin dunia kedokteran modern dari barat, justru
menjalankannya secara berdampingan akan mampu membawa dampak positif bagi
masyarakat melalui pendekatan dari kearifan lokal dan budaya masyarakat
setempat mengenai pengobatan tradisional.
No comments :
Post a Comment