Your future doctor

Stay calm. Stay healthy. And welcome to my life
Follow Me

Sulitnya Memberi Pelayanan Kesehatan di Papua



By   Unknown      06:25       
Artikel ini cukup menggelitik saya karena cukup menggambarkan secara sekilas kondisi dan seluk beluk permasalahan di tanah Papua yang terkenal itu.
Papua memang memiliki topografi yang bervariasi mulai dari dataran tinggi, dataran rendah, rawa-rawa, lembah, danau dan laut yang bersih membuatnya menjadi salah satu tempat yang indah untuk dikunjungi. Namun dibalik keindahan alamnya, tenyata tanah Papua sangatlah memprihatinkan, bukan hanya dari segi ekonomi namun dari segi kesehatannya pula. Tidak tersedianya layanan kesehatan ini terjadi di provinsi yang memiliki tingkat harapan hidup terendah di Indonesia. Tingkat harapan hidup penduduk asli Papua menunjukkan angka yang signifikan jauh lebih rendah dibandingkan dengan populasi migran atau pendatang yang mendekati angka nasional. Para penduduk migran atau pendatang umumnya terkonsentrasi di wilayah perkotaan, di mana sistem layanan kesehatan masih berfungsi. Sebaliknya penduduk asli Papua umumnya berada di wilayah perkampungan yang terpencil di mana sistem layanan kesehatan tidak berjalan. Bukan hanya faktor jarak yang mempersulit mengakses, namun budaya juga yang menghalangi, karena 60 persen warga papua masih meyakini dan menggunakan pengobatan dari dukun dengan pengobatan herbal.
Pemerintah Papua telah berusaha meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatannya dengan mengadakan mobile clinic yang konsepnya adalah jemput bola, sehingga petugas kesehatan lah yang berkeliling mencari pasiennya. Selain itu dibentuk pula satuan tugas atau satgas yang dibagi menjadi tiga yaitu, satgas kaki telanjang, terapung dan pelayanan udara. Dari nama satgasnya sendiri dapat kita tebak bahwa satgas kaki telanjang akan berpatroli menggunakan jalur darat dengan berjalan kaki, satgas terapung berada di jalur perairan dengan menggunakan kapan dan satgas pelayanan udara menggunakan pesawat atau helicopter yang dapat menjangkau daerah yang lebih terpelosok. Program ini telah dimulai sejak tahu 2015 dan terbukti sangat membantu masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan di tanah Papua.

"Pelayanan ini sangat membantu masyarakat. Sebab biasanya saat puskesmas buka, yang datang bisa dihitung pakai jari karena harus bertani, melaut, atau berkebun. Saat puskesmas tutup, mereka baru pulang," ujar Aloysius Giyai selaku kepala dinas kesehatan Papua

By: Aditya Rifqi Fauzi 

About Unknown

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas euismod diam at commodo sagittis. Nam id molestie velit. Nunc id nisl tristique, dapibus tellus quis, dictum metus. Pellentesque id imperdiet est.

No comments :

Post a Comment


Contact Form

Name

Email *

Message *

Translate